Saturday, 28 April 2012

Zero…Zero..ZeroooO….!!!


Ahaa’…Assalamu’alaikum warokhmatullohi  wabarokatuh ^_^
Aaaaaah….   Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan atas nikmat rizki, akal, juga kesehatan, yang sedang kita nikmati sekarang (Alhamdulillah….bangettt…!!! ^^).

                Okey..start from now. Let’s cekidotttt….!!!!
Kali ini saya pengen berbagi ilmu, yang pastinya bukan maksud untuk menggurui kalian atau sok pinter. Tapi lebih menggaris bawahi untuk saling berbagi tuk berFastabiqull Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan….siaaaappp..!!!)

Laa ilaaha illalloh…. Tiada tuhan selain Alloh.
Siapa sih di dunia ini yang gak pengen Happy Ending Full Barokah..???  Hidup mulia dan berakhir bahagia (Allohumma inna nass aluka husnul hotimah, wana’udzubika minn su’ul khotimah) do’a ini kalau bisa jangan sampai ditinggal setiap kali lepas sholat ya sob….Insya’alloh mustajab beeeetttthhhhh…..

Okey..kita back ke title.             
 Zero…??? Noll..kosong…yah itu arti dari zero, tapi bukan berarti noll itu kosong dan gak bisa menjadikan kita Hero.HoHooO….Zero yang ini beda cuyy…. Sapa ajah berhak kok menjadi Hero, gak Cuma Pangeran Diponegoro ajah heheee….  Mungkin kita sendiri menyadari kekurangan, keterbatasan, bahkan kemalasan ya tow…ngaku gak??? Hahaa….yayaya I know.  Untuk itu kita mari kita zerokan diri berbagai amalan yang insya’alloh gak bakal rugi deh, siaaaapp….??

1.       Zero kan diri dengan Dzikrulloh.

Pernah kamu berdzikir? Apa yang kamu rasakan?Pernah kamu berdo’a?Apa yang kamu dapatkan? Naah..bila selama ini dzikir dan do’ kita belum mendapat apa-apa secara ruhaniyah, saatnya kita dahsyatkan diri untuk mendapatkan energy lebih. Siapakan dirimu dan bersiap siagalah…!!! Full Dzikir dalam setiap keadaan, baik saat bediri, duduk, maupun berdiri. Riiightt…!!!

2.       Bahan neraka itu dari yang kecil.
Ada suatu kisah, seorang lelaki renta dan seorang anak kecil.  Merekan menyusuri sungai , dan lelaki renta itu menjumpai anak kecil itu sedang berwudhu sambil menangis. Ketika ditanya,” Nak, mengapa engkau menangis?”, Bocah itu menjawab, “ Wahai kakek, ketika aku membaca Al-qur’an aku temukan firman Alloh:
 “ Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu…” (At Tahrim: 6)”. 
Timbullah ketakutanku apabila dilemparkan kedalam api neraka”. Lelaki renta itu berkata,” Wahai anakku, janganlah takut. Engkau tidak akan dicampakkan kedalam neraka, sebab kamu belum baligh. Kamu belum layak dimasukkan kedalam neraka”. Bocah itu menjawab, “ Engkau kan orang berakal, apakah egkau tidak tahu bahwa seorang yang hendak menyalakan api, ia masukkan kayu bakar dari yang kecil dulu baru kemudian memasukkan kayu yang lebih besar….”.
Mendengar penuturan polos bocah kecil itu, menangislah kakek yang renta itu seraya berkata “ Sesungguhnya bocah kecil ini lebih mengingat kampung akhirat daripada diriku. Dunia telah jauh menyeretku.”

3.       Zerokan diri dengan Tilawah, Tazkiyah, dan Ta’lim

Tilawah => Membacakan ayat-ayat Alloh
Tazkiyah => Mensucikan jiwa dari penyakit hati.
Ta’lim=> mengajarkan kitab wal hikmah

4.       Zerokan diri dengan dzikrul maut

Rasululloh bersabda,” Banyaklah mengingat penghancuran dunia yakni kematian.”
Bila kita menggali energy kematian, tentu kita akan megingat apa yang sudah kita miliki untuk bekal kehidupan sesudahnya?? Jagalah nilai-nilai keislaman agar mati mulia memperoleh syurga. Siaaaapppp….!!!!
-Mati itu haq dan pasti. Bagaimana cara kita mati?
-mati itu ghaib. Mengapa takut mati tapi tidak mempersiapkan diri?
-Mati itu tiba-tiba. Apalagi yang ditunggu-tunggu dan mengapa amal ditunda-tunda?

“ Tidak ada sesuatu yang disesali oleh para penghuni syurga kecuali atas suatu saat yang pernah mereka lalui di dunia yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Alloh di dalamnya”. (HR. Thabrani, dishahihkan oleh Albani)

“ Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal TuhanNya” (Ali bin Abi Thalib r.a)
From Zero รจ Aku tahu aku yakin…Aku mau aku bisa…dan Aku mampu…Luar biasaaa..!!!!

Semoga bermanfa’at.
Inspirasi dari : Buku “ Zero to Hero” (Solikhin Abu Izzudin)









Cz Alloh will Always by Your Self
Insya’alloh
^_^

Wassalamu’alaikum warokmatullohi wabarokatuh

Wednesday, 4 April 2012

Jama’ah…Ooooh Jama’ah……!!!



               Alhamdulillah….kemaren tepatnya tanggal 29 Maret 2012 ane ada kesempatan ngikut acara “Rihlah” yang kebetulan ini diadain oleh FOKMA (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia).Yaah…walopun kemaren body masih dalam keadaan kurang fit, abiz sakit, tapi teteeeep…semangat buat bertholabul ‘ilmi tetep semangat. Semangaaaattt……45!!! Kondisiiiiiii…..55!!!! ehehe…..jadi inget masa-masa PMRan waktu SMA. Kakak dewan sering nyemangatin para adik kelasnya dengan semboyan  itu. Semangaaaattttt adeeeeeek….!!!!! Ehehe  ^0^

                Lanjuuut…!!!! Yuuu’….yaaa’….YuuUUUU….. ^__^
Acara “ Rihlah” atau pergi ke suatu tempat dengan tujuan untuk melihat keagungan Alloh untuk mangambil ibroh atau pelajaran dan juga hikmah untuk membuat kita semakin yakin tentang keagungan ciptaan Alloh. Kebetulan, rihlahnya kemaren datengin kesuatu tempat yang kebetulan juga tahun kemaren ane juga dah pernah dateng ke tempat ini. Namanya “ Masjid Putrajaya”, hemmm…..Subhanalloh bangetttt…indah bangett….it’s Wonderfull…ehehe….(lebeee bangett seeeh ah).


nie die Pict dari depan.

               Okeyyy…..lanjuuuutttt…!!!!
Acara kemaren kebetulan juga ambil tema yang baguzzz bangettt “ Ku temukan Sahabat dunia akhirat dalam Ukhuwah”…weeeeh…Subahanalloh….(lagi…lagi..dan lagiii….menyebut keagungan Alloh). Kebetulan yang ngisi kajian itu Ustadzah yang ane idolakan setelah beliau Ustadz. Narlis Labay bin Nasar  yaitu Ustadzah. Masfarlina Limarwangi yang biasa kita panggil nih dengan sebutan “ Ummi Elliiinn…” ehehe…..
              Kajian seleseee….sekarang timenya jalan-jalan mengelilingi “ Masjid Putrajaya”. Alhamdulillah…seneng banget deh dapat kesempatan sholat dhuhur secara berjama’ah di masjid tersebut, secara masjid yang Besar, Megah, Indaaah, pokoknya Subhanalloh banget deh…. Tapiiii…..UUUuuuupzzzzzz…..mana jama’ahnya??? Masjid segedhe itu, jama’ah yang sholat disitu bisa dihitung pake jari. Hemmmzzz….. Tragisss…!!!! Fenomena, juga Fakta, di jaman sekarang. Sedikit sekali sekarang yang mau memakmurkan masjid, dan boro-boro mau ngaji disitu…hemmzzz….. Zaman udah akhir, mirisss sebenere lihat keadaan masjid kayak gitu. Gak jauh beda ternyata, dikampung ane ajah yang notabenenya ampong nih bukan kota ibaratnyeee……masjidnya ajah sepi bangettt. Pada kemana yak jama’ahnya????? Jama’aaah….Oooooohhh…Jama’aaah….. HelllooOOwwww… ^_^



               Fenomena yang cukup mencengangkan, bukanlah jama’ah yang banyak tapi para tourist yang banyak. Pict ini ketangkap waktu ane dah mau pulang, kebetulan guide tournya sedang presentasi. “ Jepreeeeeetttttt…..” ^__^


Nie PICT "Para tourist mesti pake baju JUBAH kalo mau masuk ke dalam masjid"





*Indahnya persahabatan yang dilandasi dengan keimanan
Semoga Alloh mempertemukan kita lagi di Syurga Kelak.
aamiin ya Alloh..

               Sayonaraa….sayonara….sampai berjumpa pulaaaang….!!!!


Cz Alloh Will Always by Your Self
Insya’alloh

^__^