Tadi malem
tepatnya malem minggu tanggal 09 Juni ’12 , sekitar pukul setengah 11 malem
waktu Kuala lumpur q telp Miimii .Mungkin hati ini sebelumnya masih mencoba
tetap tegar dan tabah, tapi tadi malem sungguh aku gak kuat nahan segala keluh
kesahku
. Setelah Miimi jawab salam dariku, tiba-tiba q terisak-isak….air mata
jatuh, air mata yang tak tertahankan….aku nangis sejadi-jadinya dikamar
tidurku
. 2 hari sebelumnya aku merasa
badanku ini ndak karuan, merasakan lelah yang amat sangat. Padahal kerjaku ndak
begitu melelahkan, kejadian ini sering banget terjadi sama aku, q merasakn
sakit yang luar biasa di sekujur tubuhku. Sakit kepala, yaaah…..sakit kepala
yang amat sangat, Saaaakitt banget…..
Hampir
5 tahun yang lalu, q terjatuh dari motor. Pada saat itu aku balik dari sekolah,
kebetulan dijemput sama masku. Sebelumnya aku ndak ada firasat apa-apa klo mau
sesuatu terjadi sama aku. Dalam perjalanan pulang, kebetulan dibelakang kami
ada motor juga. Pada saat itu, masku juga dalam kelajuan yah..mungkin bagi dia
kecepatan standart, tapi menurutku emang ngebut. Tiba di tikungan tiba-tiba
motor yang dibelakangku nyerempet stang motorku, deeeeeeeessssshhh……..
motor
jatuh dan akupun terseret hampir 5 meter. Kepalaku kebentur aspal jalan, baju,
kerudungku, sampek robek, Ya Alloh….. (dalam hatiku….ndak bisa ngucap apa2, klo
ingat itu trauma banget, sampai sekarang masih takut dibonceng dengan kelajuan
yang tinggi). Badanku lemas, tangan berdarah, seluruh tubuh terasa susah buat
digerakkan. Pada saat itu, masku juga terjatuh tapi dia cuma ketimpa motornya.
Kerumunan orang datang berbondong-bondong, saat itu aku antara sadar dan ndak
sadar masku langsung gendong aku dan aku langsung dikasihnya minum dan
dibawanya ke dokter terdekat.
Gegar
otak!!!!!
Yaah….dalam pemeriksaan yang
dilakukan, sempat aku divonis gegar otak. Katanya kalau dalam jangka waktu 3
hari aku gak muntah, mungkin aku bisa mengalami gegar otak karena benturan yang
aku alami sangat hebat. Alhamdulillah….waktu itu setelah beberapa hari kemudian
q sempat muntah. Alhamdulillah….orang-orang rumah sempat lega dengernya, akupun
juga bersyukur banget. Tapi walopun gegar otak sempat terelakkan, sekarang baru
terasa sakitnya. Tiap kali merasa lelah, sakit kepala dan sekujurku tubuhku
merasakan sakit yang amat sangat luar biasaaa…Ya Alloh..jauh dari orang tua
selama 3 tahun memang membuatku menjadi orang yang bener-bener sabar, tabah,
mandiri, dan gak manja. Selama 3 tahun ini juga aku menyembunyikan segala sakit
yang q derita tanpa sepengetahuan mereka, q ndak mau mereka khawatir, karena
keadaanku sekarang jauh dari mereka.
Tadi
malem….hanya suara isak tangisku yang didengar oleh Miimii lewat telp, dengan
lembut dia membisikan kata-kata untuk menenangkanku, “De’….yang
sabar….yang tabah ya sayang…ngucaap istighfar de’…tenangin pikiran ya sayang…”
.
Berulang kali Mii-mii mencoba menenangkanku dengan kata-kata itu. Aku sadar,
akupun perlahan-lahan diam dari tangisku. Ternyata, q masih cengeng, kayak
anak-anak, padahal usia udah 22. Q merasa masih anak-anak banget, anak-anak
yang unyu-unyu :D
Makasih
ya Mii….Aku cinta Miimii selamanya,dan akan menjadi anak kebangganmu untuk
selamanya.