Sebelumnya saya ucapkan Selamat
buat IBU, dan juga buat para Calon IBU… buat Bapak, dan calon Bapak..!!! ^_^ 
Tulisan ini saya terinspirasi
dari tausiyahnya Ustadz. Yusuf Mansyur dalam acara Wisata Hati yang di siarkan secara
Live di stasiun swasta ANT* (jujur, ane ndak tau acara baru itu :D).
WoOkey…Let’s cekiiddott
Sambil
dengerin murottal dari beliau (Qs. Al-Mulk…surat kesukaann beliau ^_^), ternyata
nih ucapan terima kasih kita terhadap Tuhan, hanya beda satu tingkatan ajah
dengan terima kasihnya kita terhadap ibu kita.
“Ya Alloh…Aku melihat dan mulai
merasakan adanya garis keriput yang menyelimuti tubuh IBU juga Bapakku, belum
lama ku meninggalkan beliau tetapi badannya yang dulu masih tegap dan kuat
sekarang seolah-olah menjadi begitu lemah, rambutnya yang dulu hitam, sekarang
dipenuhi dengan warna putihnya rambut. Ya robb…aku begitu bahagia dan menjadi
orang yang paling beruntung memiliki kedua orang tua seperti mereka yang selalu
menyayangi aku, yang selalu mensupport aku, yang selalu mendo’akan dibelakang
kesuksesanku, yang selalu mengajariku berbagai ilmu agama yang senantiasa
beliau mentarbiyahkan sendiri tanpa campur tangan orang lain, beliaulah yang
pertama kali mengajarkan kepada aku, sodara- sodaraku mengenal akan Al-Qur’an .
Ya robb…aku bahagia, telah dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang begitu
mencintaiMu dan seorang laki-laki yang begitu taat kepadaMu…”
Sahabat…,
menjadi bii-rul walidain begitu bagian terhebat seorang anak terhadap IBu juga
Bapaknya. Dengan mengerjakan amalan soleh, ketika sholat fardhu, ketika kita
berpuasa, ketika kita mau menghulurkan hijabnya bagi seorang perempuan untuk
menutup auratnya, ketika kita mendirikan qiyamull laill, ketika kita membaca
Al-Qur’an, ketika kita mampu bersedekah,dan ketika mendirikan sholat dhuha,
sesungguhnya itulah Bii-rull walidain yang paling tinggi. Kenapa bisa dikatakan
seperti itu?? SEBAB MENGALIR PAHALA ITU UNTUK ORANG TUA KITA.
Sahabatt…Jauhi
maksiat
, karena maksiat itulah seburuk-buruk kedurhakaan. Bila sodara berzina,
bukan hanya kalian yang akan dihisab, tetapi juga IBU kita. Sodara yang
minu-minuman keras, orang tua sodara semua yang diadili oleh Alloh Subhanahu
Wata’ala. Sodara yang mengambil harta haram, lalu orang tua sodara ikut
dibelenggu oleh Alloh subhanahu wata’ala…
Bertobatlah
sodara….mungkin sodara tidak secara langsung mengina ibu kalian, tetapi dengan
melakukan maksiat sesungguhnya sodara telah menghina secara langsung terhadap
ibu-ibu kita.
Semoga bermanfa’at buat sahabatku
sekalian,
Dan senantiasa menginspirasiku “Teruslah
menulis, Insya’alloh kekal dihadapanNya (Ibnul Jauzi)”
Cz Alloh Will Always by Your Self
Insya’alloh
^_^



